Senin , Oktober 18 2021

DPRD Kab. Agam Study Banding Di Kemenag Kampar

PhotoGrid_1459348916734
Detakkampar.co.id  Kampar  – Sebanyak 5 orang Rombongan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Agam Provonsi Sumatera Barat, study banding ke Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, hari rabu (30/03). Rombongan Anggota DPRD ini langsung disambut oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, yang diwakili Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Muhammad Ali MSy, didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, dan para Pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Dalam acara tersebut, Rombongan Anggota DPRD yang ketuai Syafruddin, SS, MM mengatakan, tujuan diadakannya Study Banding atau Kunjungan Kerja (Kunker) ini dilaksanakan berkaitan dengan Strategi pengelolaan keuangan dan Peningkatan PAD dan pola kerjasama Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Kementerian Agama (Kemenag), dalam optimalisasi Pendidikan Islam dan Pembinaan Karakter anak didik.
Selain itu, kami juga ingin mengetahui dan melihat secara langsung 4 Peratutan Daerah (Perda) Keagaman yang telah sukses di buat oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Kampar yang dimotori oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Yang mana nantinya poin-poin yang ada didalam 4 Perda Keagamaan tersebut, akan menjadi Acuan bagi kami dalam membuat Perda Keagamaan di Kab. Agam, papar Syafruddin.
Selama kami memantau Perda-Perda Keagamaan, baru Kab. Kampar yang sukses membuat 4 Perda Keagamaan sekaligus. 4 Perda Keagamaan ini, mungkin Kab. Kamparlah satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang memiliki 4 Perda Keagaman yang terlengkap. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kami pada hari ini berada di Kab. Kampar tepatnya di Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, ungkap Syafruddin.
Sementara itu Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Muhammad Ali MSy dalam kata sambutannya mengatakan, saat ini Kabupaten Kampar memang telah menjadi contoh dalam membuat Perda Keagamaan. Menjadi contohnya Kab. Kampar dalam membuat Perda Keagamaan ini, tidak hanya mendapat respon positif dari Kabupaten yang ada di Provinsi Riau, namun juga dari luar Prov. Riau.
Yang mana dalam membuat 4 Perda Keagamaan ini melalui proses yang cukup panjang yakni memakan waktu lebih kurang 3 tahun. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan didukung oleh semua lapisan masyarakat terutama Pemda Kab. Kampar dan DPRD Kab. Kampar, pada tahun 2013, 4 Perda Keagamaan ini telah menjadi Perda, jelas Ali.
4 Perda Keagamaan yang di maksud yakni Perda Pandai Membaca Al-Qur’an Nomor 1 Tahun 2013, Perda Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji Nomor 2 Tahun 2013, Perda Wajib Pendidikan Diniyah dan Takmiliyah (PDTA) Nomor 3 Tahun 2013 dan Perda Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah dan Biaya Transportasi Haji Nomor 4 Tahun 2013, pungkas Ali. (edi)

Kirim komentar Anda disini

Komentar