Jumat , 18 September 2020

GELIAT PARIWISATA KAMPAR

BANGKINANG KOTA.DETAKKAMPAR.CO.ID –Pemerintahan Azis Zaenal, SH, MM dan Catur Sugeng Susanto SH memahami betul bahwa Kabupaten Kampar memiliki potensi wisata yang sangat banyak, mulai dari  Cagar Buaya, keindahan alam dan wisata kuliner serta potensi lainnya, Bupati Kampar terus menggali dan membenahi kawasan wisata di Kabupaten Kampar agar menjadi tujuan wisata impian oleh wisatawan dari daham maupun luar negeri yang nantinya bermuara pada pertumbuhan ekonomi.

Selain  memiliki konsep 3 I (Infrastruktur, Investasi dan Industri) dan Kawasan Industri Kampar (KIK) Bupati Kampar. H. Azis Zaenal juga mencanangkan Kawasan Wisata di Kabupaten Kampar, untuk menggali segala potensi wisata di Kabupaten Kampar, Azis Zaenal mengajak Kepala Dinas Terkait meninjau langsung beberapa  tempat yang memiliki potensi wisata ataupun kawasan wisata yang dulu pernah buming di Kabupaten Kampar, bahkan di Riau seperti Kawasan Wisata Stanum.

“Wah ternyata indah sekali tempat yang kita miliki ini, besok-besok kita rapat disi aja pak Kadis, ngapain rapat jauh-jauh dihotel, kalau kita punya tempat sebagus ini,” ujar Bupati begitu memasuki kawasan kolam renang Stanum kepada Kadis PUPR Kampar, Indra Pomi.

Namun agar ini lebih menarik lagi, lanjutnya perlu kita tata betul, mulai dari bangunan-bangunan yang sudah tak bisa dipakai kita akan bangun lagi, termasuk membersihkan sungai dan penataan tanaman didalam kawaan ini.

“Arealnya cukup luas, padahal di Thailand sana tak seluas yang kita miliki lahannya meraka manfaatkan semaksimal mungkin, untuk permainan anak-anak misanya sehingga menarik orang untuk memboyong keluarganya kesini, yang nantinya akan bermuara pada peningkatan jumlah wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah yang datang ke Stanum,” lanjut Azis Zaenal saat meninjau kawasan Stanum Bangkinang Kota, Jumat (14/7/2017) yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Kepala Dinas PUPR, Indra Pomi dan dinas terkait lainnya.

“Kawasan ini sangat potensial untuk kawasan wisata, banyak yang bisa kita buat, kalau kita mau pasti bisa, saya yakin itu, apalagi kita tahun ini juga akan melaksanakan Porprov, penataan kawasan ini harus kita gesah,” ujar Azis.

WISATA WATER FRONT CITY

Kawasan Jembatan Water Front City juga menjadi perhatian Bupati kampar dalam mengembangkan pariwisata, selain melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Azis Zaenal juga mengunandang dan meminta izin serta membuat kesepakatan dengan 12 Datuk (Niniok Mamak, red) yang ada di Kenegerian Bangkinang untuk membangun kompleks Wisata Water Front City, karena menurut Bupati, melakukan pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, harus ada campur tangan tokoh adat dan tokoh agama, agar apa yang dinginkan dapat terwujud sebagaimana mestinya.

“Lokasi pembangunan wisata Water Front city yang kita rencanakan merupakan tanah adat milik 12 datuk di Kenegerian Bangkinang, untuk itu pada kesempatan ini, kita sengaja mengundang mereka semua untuk  mencari solusi dan kata mufakat dalam penggunaan tanah tersebut, karena Pembangunan tidak kita laksanakan tanpa persatuan mereka semua, ” ujar Bupati saat bermusyawarah dengan 12 tokoh adat di Kenegerian Bangkinang, yang dilaksanakan di Balai Bupati Kampar, Jumat (14/7).

Pada kesempatan tersebut, seluruh datuk mengatakan sepakat, setuju dan sangat mendukung sepenuhnya pemerintah Kabupaten kampar Dalam membangun kawasan wisata Water Front City tersebut, dengan sepakat menyerahkan seluruh tanah adat pada kawasan waterfront city dengan skema pinjam sewa, yang selanjutnya diatur pada perjanjian notaris.

“Jika sudah ada kesepakatan dengan tokoh adat, maka akan sangat memuluskan jalan kita dalam mewujudkan kawasan wisata waterfront city sebagaimana yang kita harapkan , bila semua sudah terbangun, kita yakin dan percaya Kabupaten Kampar akan maju dengan berbagai potensi wisata yang kita miliki,” harap Azis didampingi Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto.

GALI POTENSI WISATA SUNGAI


Dalam kunjungannya menyusuri aliran Sungai Kampar untuk memantau titik  pembangunan jembatan, Bupati Kampar. H. Azis Zaenal selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga aliran Sungai Kampar dari sampah dan pencemaran lainnya. Bupati juga menghimbau warganya untuk buang air besar disungai.

“kita harus menjaga sungai kita ini, agar tetap asri, karena jika maka akn tercemar seperti sungai-sungai yang lain di Riau, dari empat sungai besar di Riau Sungai Kampar inilah yang paling asri. Mari kita jaga kelestariannya, dengan tidak membuang sampah dan limbah kesungai, jangan buang air besar ke sungai,” ingatnya.

Disetiap daerah yang ia dan rombongan sambangi, Bupati juga mengingatkan masyarakat  untuk tidak menebang pohon di sepanjang aliran sungai.

“kita akan jadikan sungai kita ini tempat wisata, jadi jangan tebang pohon atau apapun yang tumbuh di pinggiran sungai, karena dapat merusak ekosistem dan keindahan sungai. Yang saya bayangkan selama menyusuri sungai tadi adalah ramainya sungai oleh wisatawan seperti di Sungai Seine di Paris Prancis,” ungkapnya.

“Kalau sungai kita bersih dan indah dipandang, tentu akan dilirik orang sebagai salah satu destinasi wisata keluarga, maka kaum ibu bisa mejajakan makanan khas Kampar, seperti Kopiek indak batulang  (Ikan endemik Sungai Kampar) ditepian sungai, bapak-bapak kita bisa menambah penghasilan dari menyewakan sampan dan menjadi Drive serta Tour Guide bagi wisatawan,” pungkas Bupati. (Adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Fokdarwis Cadika Gali Potensi Wisata Hutan Pinus Bukit Candika

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID- Pemuda asal Cadika Bangkinang yang tergabung dalam POKDARWIS CADIKA atau disebut Kelompok Sadar ...