Minggu , Agustus 1 2021

Jefry Noer :MTQ Ajang Perbaikan Akhlak dan Moral juga membumikan Al Qur’an

bupati-mtq-ajang-perbaikan-akhlak-dan-moral
Bupati Jefry Noer didampinggi Eva Yuliana Saat Memukul Beduk Pembukaan MTQ

Detakkampar.co.id Salo – Banyak cara yang ditempuh dalam melakukan syiar Agama Islam. Salah satu dengan mengadakan perlombaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) antar kecamatan. Tahun ini Kecamatan Salo tepatnya di Desa Salo akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat kabupaten.

Kepala Desa Salo Nurzali,SE saat ditemui media menyampaikan, selaku tuan rumah, Desa Salo siap mensukseskan penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Kampar.
“Astaka MTQ sedang dibangun pengerjaannya, tepatnya di Simpang Panca dan pemilik lahan atas nama H Adnan Nur warga Salo telah bersedia lahannya digunakan untuk even tingkat kabupaten tersebut,” ucapnya.
Selaku kepala desa, Nurzali telah telah berupaya untuk ikut mensukseskan acara yang bernuansa agamis tersebut. “Sebanyak 44 rumah warga sudah kita siapkan sebagai tempat tinggal para peserta dan masyarakat kita saya yakin senang dengan hal ini,” imbuh Nurzali.
“Agar peserta tidak terlalu jauh berjalan ke lokasi acara, maka kita utamakan rumah warganya di sekitar lokasi,” ucapnya lagi.
Sebagai tuan rumah Nurzali tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk memperkenalkan kemampuan warganya dalam kegiatan penyelenggaraan di bulan Mei mendatang. “Utusan dari desa kita ada 4 orang untuk ikut dalam lomba qori dan tahfidz dan mereka ini adalah putra putri terbaik kita, mereka terlatih, dan masih terus mengasah kemapuan mereka,” jelasnya.
“Sebagai tuan rumah kita harus menang, malu dong kalau kita gak dapat,” ungkap Nurzali.
“Bahkan untuk peserta dari kecamatan telah mempersiapkan itu semua, peserta berpotensi yang berasal dari Kecamatan Salo telah didata meskipun ada yang menuntut ilmu di Pekanbaru bahkan di kota lain,” ucapnya.
Nurzali dan warganya sangat menyambut baik even besar ini karena MTQ merupakan pertama kali di Kecamatan Salo. “Kita menyambut sangat baik dan ini baru pertama kali Salo menjadi tuan rumah MTQ tingkat kabupaten, tepatnya lagi di desa kita,” bebernya.
Nurzali juga berharap melalui even ini mampu memotivasi anak-anak di Salo untuk rajin membaca Al-Qur’an dan menambah keimanan dan meningkatkan nilai ke Islaman.

Bupati Kampar, Jefry Noer mengharapkan pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) menjadi ajang perbaikan akhlak dan moral generasi bangsa dalam mensyiarkan alquran pada kehidupan sehari-hari.

Tampak hadir Ketua TP PKK Kampar Hj Eva Yuliana SE, Unsur Forkopimda Kampar, Kepala Kemenag Kampar Drs H Fairus MA, Danyon 132/BS Mayor Inf Nurul Yakin serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Kades, panitia dan peserta.

Pembukaan-MTQ-Ke-47-Kampar--Kakankemenag--MTQ-Wadah--Membumikan-Alquran
Kakan Kemenag Kampar Fairus MTQ Wadah Membumikan Al Qur’an

“Jadikan MTQ tempat perbaikan akhlak dan moral bagi generasi bangsa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir penerus cita-cita pembangunan mencapai kemajuan dan kesejahteraan,” kata Bupati saat membuka secara resmi pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kampar ke-47 di Kecamatan Salo (24/5).

Jefry mengatakan MTQ jangan hanya dijadikan untuk mendapatkan juara, namun bagaimana memasyarakatkan,membaca dan mengamalkan alqur’an dalam kehidupan sehari-hari itu yang lebih penting.

“Membaca dan mengamalkan alquran itu lebih penting dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana semuanya mampu mengajak dan membiasakan pengamalannya terhadap diri sendiri juga masyarakat,”ujar jefry

Dia katakan, kalau peserta hanya mencari juara dan berharap bisa dikirim ke MTQ tingkat Provinsi Riau menurutnya sama dengan menyiram garam ke lautan, tidak ada manfaatnya.

kakankemenag-mtq-wadah-membumikan-alquran
Kakan Kemenag Kampar Fairus saat Berpidato Pembukaan MTQ

“Mari kita semua betul-betul menjadikan MTQ sebagai ajang memperbaiki diri, apalagi saat ini Kampar darurat narkoba, narkoba dimana-mana bahkan ada kampung yang 75 persen masyarakatnya terkena narkoba, penyakit masyarakat (Pekat) tidak berkurang, artinya MTQ tidak ada kesan baik terhadap kehidupan masyarakat terutama untuk perbaikan akhlak dan moral anak bangsa sebagai generasi penerus masa depan yang cerah dan cemerlang,” ujarnya jefry

Bupati jefry noer berharap, MTQ mampu memberi kesan perubahan baik, dapat melahirkan generasi harapan bangsa sehingga anggaran yang begitu besar tidak sia-sia.

“Kesan perubahan itu, peserta dapat membawa amalan alquran ke kecamatan masing-masing, diterapkan bagaimana setiap maghrib tidak ada lagi anak-anak yang keluyuran, semua menjalankan syiar Islam, baca dan amalkan,” tegas jefry.

Ditambahkan jefry noer,Selama bulan suci Ramadhan 1437 Hijriyah, seluruh rumah makan dan restoran tidak diizinkan beroperasi di siang hari. Apabila ada yang nekat membuka rumah makan dan restoran di siang hari Ramadhan akan ditindak tegas oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP).

Bupati mengungkapkan, terkadang ada oknum pedagang yang nekat berjualan di siang hari dengan menutup warungnya di bagian depan, namun di dalam tetap ada yang makan siang. Hal ini, tidak dapat ditolerir, dan Bupati mengintruksikan Satpol PP melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Kampar mengimbau masyarakat Kampar untuk mempersiapkan diri lahir dan bathin agar dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keikhlasan.

“Menyambut bulan suci Ramadhan 1437 Hijriyah, saya dan keluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh komponen masyarakat Kampar.

Semoga pada Ramadhan tahun ini kita dapat menjalankan ibadah dengan penuh khusyu’ dan ikhlas karena Allah,’’ucapnya.

Kemudian, kepada masyarakat Kampar yang non muslim, Bupati mengimbau untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa, dengan cara tidak mengkonsumsi makanan di depan umum.

“Saya imbau masyarakat yang non muslim, menghormati umat Islam yang berpuasa. Jika ingin makan, silahkanlah di rumah masing-masing, dan jangan lakukan di depan umum,’’sebutnya.

Di samping itu, kepada para pelajar dan generasi muda agar dapat mengisi Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. Dengan demikian, para generasi muda dapat terhindar dari pergaulan yang tidak baik.

Sementara itu, kepada juri dan pengawas supaya tidak ada peserta yang bajakan atau disewa untuk mendapatkan juara atau sekedar nama bagi desa dan kecamatan yang mengikuti lomba MTQ itu.

“Ajak peserta anak-anak tempatan di kecamatan masing-masing bukan bajakan atau didatangkan dari luar supaya dapat juara, yang terpenting itu syiar alquran dan ajaran agama itu mampu membawa perubahan yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama, H Fairus mengajak masyarakat menjadikan alquran dan agama sebagai pedoman atau landasan hidup pribadi juga masyarakat.

“Pilar pertama pemerintah Kabupaten Kampar dalam perbaikan akhlak dan moral sangat identik dengan pembangunan agama, bukan saja pembangunan sarana prasarana bidang agama tetapi juga dalam menciptakan generasi berakhlak mulia,”ujar fairus.

Sebanyak 7 (tujuh) cabang diperlombakan dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Kampar yang ke 47 tahun 2016.diantaranya cabang Tilawah Alqur’an, cabang Hifzil Qur’an, cabang Tafsirul Qur’an, cabang fahmil Qur’an, cabang Syahril Qur’an, cabang Khatil Qur’an, dan cabang Musabaqah Maqalah Alqur’an,”ujar Panitia Pelaksana Al-Kautsar pada pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Kampar ke 47 yang dilaksanakan di Lapangan Panca Kecamatan Salo.

cabang yang diperlomakan itu meliputi cabang Tilawah Alqur’an terdiri dari golongan Tartil, Tilawah anak-anak, remaja, dewasa, dan Qiro’at saba’ah Putera-puteri.

”Cabang Hifzil Qur’an golongan 1 Juz, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz, dan 30 Juz Putera-Puteri. Cabang Tafsirul Qur’an golongan Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa inggris Putera-Puteri, cabang fahmil Qur’an, cabang Syahril Qur’an”ujar fairus

Cabang yang diperlombakan berikutnya cabang Khatil Qur’an terdiri dari golongan penulis buku, hiasan, dekorasi dan kontenporer Putera-Puteri. Selanjutnya cabang Musabaqah Maqalah Alqur’an.

“Dengan demikian, jumlah peserta keseluruhannya adalah 44 orang per Kecamatan,”tuturnya.

Sedangkan, untuk dewan hakimnya sendiri berasal dari LPTQ Provinsi Riau dan LPTQ Kabupaten Kampar, seluruh dewan hakim berjumlah 68 orang, panitera 9 orang dan penghubung 9 orang.

Ditambahkan fairus,Kegiatan MTQ ini sendiri dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 24 Mei sampai dengan tanggal 30 Mei 2016.

“Untuk tempat pelaksanaanya sendiri dilaksanakan dilapangan Panca Kecamatan Salo,”ungkapnya.

Ditambahkan H. Fairuz , dengan dilaksanakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan sebagai wadah ‘membumikan’ Alqur’an.

“Selama MTQ ini nantinya berlangsung ayat-ayat Alqur’an akan terus dikumandangkan di berbagai lokasi pelaksanaan MTQ, maka dengan sendirinya masyarakat maupun pengunjung akan mendengarkan isi dan kandungan Alqur’an tersebut,”

Menurut fairus, MTQ juga memberikan pesan untuk menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah pun juga bersabda dalam sebuah hadistnya‘jadilah kamu menjadi orang yang mengajarkan isi kandungan alquran, kalau tidak mampu jadilah orang yang belajar alquran, kalaupun ini tidak mampu, maka jadilah orang yang mau mengingatkan alquran, dan janganlah kamu menjadi orang yang enggan mengajarkan, dan tidak mau belajar, tidak mau mendengarkan, orang yang seperti ini adalah orang yang dekat dengan siksaan neraka’

“Isi kandungan Alqur’an tidak cukup hanya dengan membaca tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”katanya.

Fairuz menambahkan, dengan diadakannya MTQ ini, semakin menegaskan bahwa kabupaten Kampar adalah Negeri yang dibangun diatas pilar akhlak dan moral, masyarakat yang taat pada ajaran agama dan menjadikan agama sebagai landasan dalam setiap sisi kehidupan baik itu pribadi, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Pembangunan akhlak dan moral juga sangat identik dengan pembangunan dibidang agama, dan di pembangunan dibidang agama tidak hanya dari segi pembangunan dari sarana dan prasarananya saja, melainkan juga mengacu kepada upaya dalam meningkatkan penghayatan dan pengamalan dibidang agama agar terwujud sistem beragama yang lebih berkualitas, dengan MTQ merupakan suatu usaha untuk meningkatkan pemahaman dan peningkatan Alqur’an itu sebagai ajaran islam.

Lebih lanjut, Fairuz juga juga sangat mengapresiasi program dari Pemerintah Daerah dalam mengaplikasikan Alqur’an seperti memberdayaan program magrib mengaji di Kabupaten Kampar, kegiatan MTQ ini sangat sejalan dengan perda magrib mengaji yang ada sekarang.

Sebagai acuan saja, ia mengatakan, sebelum ada perda magrib mengaji dikeluarkan tercatat ada sekitar 200 taman pengajian Alqur’an/LPTQ yang ada di Kabupaten Kampar, sekarang ini setelah perda magrib mengaji dikeluarkan atau disahkan, di kantor kementerian agama sudah terdaftar yang mendapat izin operasional sebanyak 661 taman pengajian Alqur’an/LPTQ yang tersebar diseluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Kampar dengan jumlah guru 2034 orang dengan siswa sudah mencapai 33.055 orang. (Advetorial)

Kirim komentar Anda disini

Komentar