Jumat , Oktober 22 2021

Kabut Asap Makin Menebal,Warga Mengaku Sulit Dapatkan Masker

Kabut Asap Makin Menebal,Warga Mengaku Sulit Dapatkan Masker

BANGKINANG(DK)- Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan masker di
beberapa toko di Bangkinang, Selasa (25/2). Tingginya permintaan masker
karena kualitas udara makin memburuk di Kabupaten Kampar.

Salah seorang warga Bangkinang, Maman (36) kepada Detak kampar, Selasa
(25/2) pagi  mengungkapkan, dari beberapa apotek di Bangkinang yang dia
tanya, tak ada satupun menjual masker karena kehabisan stok.
“Saya
tadi sudah cari di Apotek Heru Farma, Apotek Hikmah dan apotek yang ada
di Pasar Atas tak ada satupun yang menjual masker karena sudah habis
terjual,” ujar Maman.
Selanjutnya Maman berharap agar Pemkab Kampar kembali membagikan masker gratis sebab hal itu juga sangat membantu masyarakat.
Dari
pantauan Detak kampar, kabut asap di beberapa daerah di Kampar semakin
pekat meskipun sejak Kamis (20/2) hingga Selasa (25
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kampar Herlyn
Rahmola ketika ditanya mengenai persedian masker mengakui bahwa di
Diskes Kampar juga mengalami hal yang sama. Pekan lalu pihaknya telah
berupaya mendapatkan masker ke Diskes Provinsi Riau dan beberapa pihak
sehingga berhasil mendapatkan 10 ribu masker. Dari jumlah tersebut
hingga pagi kemarin stok masker yang dibagikan secara gratis ke
masyarakat hanya tinggal ratusan.
Ratusan masker yang tersisa  ini
pun kemarin telah ada yang meminta untuk dibagikan secara gratis sesuai
dengan permintaan Bupati Kampar. Persediaan masker sebelumnya juga telah
dibagikan ke beberapa instansi di antaranya ke  BPBD Kampar yang juga
melakukan pembagian masker gratis baru-baru ini.
Masker juga dibagikan ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar.
“Kita akan mengisi stok lagi,  akan membeli masker lagi,” ulas Herlyn.
Karena
semakin pekatnya kabut asap, Herlyn mengimbau warga terutama anak-anak
mengurangi aktivitas di  luar rumah. “Sekarang terasa betul mata pedih
dibuatnya, berdiri di lapangan  terbuka udara juga terasa panas
sekali,” terangnya.
Lebih lanjut Herlyn menyebutkan, dari data yang
dirangkum Diskes Kampar dari beberapa Puskesmas di Kampar, diketahui,
penyakit dampak kabut asap mulai 7 Februari hingga 22 Februari 2014
jumlah penderita penyakit ISPA sebanyak 1.218 orang, pneumonia 55 orang,
asma 86 orang, iritasi mata 46 orang, iritasi kulit 96 orang. “Ini
belum semua Puskesmas mengirimkan laporan hariannya,” Eri joey/Detak kampar.com


Kirim komentar Anda disini

Komentar