Senin , November 29 2021

Karena Kebaikan Hatinya, Bocah Australia Ini di Undang PM Jepang

Detak kampar.com PERTH
MELBOURNE – Seorang anak laki- laki asal Kota Perth Australia, di usianya yang
ke 11 tahun tak menyangka bisa bertemu dengan tokoh pemimpin dunia. Hal ini
ternyata bukanlah yang pertama kali baginya, ketika berusia 8 tahun, Ashwin
Cresswell, tidak menyangka surat yang ditulisnya untuk anak-anak di sebuah
 panti asuhan Jepang korban gempa besar di Jepang pada tahun 2011, akan
mendapat perhatian publik dunia.
 

“Saya
tidak menyangka surat itu akan dimuat di surat kabar,” kata Ashwin, yang kini
berusia 11 tahun.

Siswa
Sekolah Lanjutan Parkwood ini tergetar hatinya oleh kisah Toshihito Aisawa,
anak berusia 9 tahun yang kedua orang tuanya tewas tersapu Tsunami akibat gempa
9.0 skala richter di Jepang pada 2011 lalu.

Gempa besar
itu memicu kehancuran yang tak terelakan, lebih dari 15.000 orang tewas dan
ribuan lainnya terluka atau mengungsi . Kisah pilu Toshihito yang banyak
dikutip media internasional ini, menjadi wajah yang sangat manusiawi pada
bencana.

Toshihito menghabiskan waktu sepekan mencari anggota keluarganya yang masih
hidup dengan mendatangi sejumlah lokasi penampungan, ia memegang papan bertuliskan
nama-nama keluarganya dan pesan sederhana: “Aku akan datang lagi
besok”.

Setelah mendengar tentang penderitaan anak yatim muda, Ashwin menulis surat
yang kemudian dijawab oleh Perdana Menteri Julia Gillard ketika itu dengan
tawaran berbagi mainan dan rumahnya di Perth dengan Toshihito.

Gillard
bertemu dengan Ashwin di Perth dan kemudian meneruskan surat itu ke rekan-nya
di Jepang, Naoto Kan yang menjabat sebagai Perdana Menteri ketika tsunami
berlangsung. Ashwin akhirnya berangkat ke Jepang pada perayaan setahun bencana
gempa bumi dan tsunami itu untuk bertemu Toshihito, yang sekarang tinggal
bersama paman dan sepupunya.

Kedua anak
laki-laki itu hingga sekarang masih terus saling berkirim surat dan hadiah.
Ashwin akan kembali bertemu dengan Naoto Kan di Perth pada Ahad (24/8) malam.

Naoto Kan
saat ini sedang berada di Australia menjadi pembicara pada event anti-uranium
dan mendesak Austalia untuk tidak meningkatkan ekspor uraniumnya. Tsunami telah
memicu serangkaian kebocoran pada fasilitas reactor nuklir Jepang di Fukushima
yang mencemari kawasan di sekitarnya dengan bahan radio aktif.

Sementara di
Perth, Kan akan berbicara dengan anak laki-laki asal Perth yang sudah sangat
baik menunjukan persahabatannya ketika Jepang menghadapi krisis. “Saya
akan berbicara mengenai surat yang saya tulis, dan saya akan memberikan hadiah
buatan saya dan orang tua saya kepada Pm Naota Kam,” kata Ashwin kepada ABC.

“Saya
sangat gembira karena baru bertemu Perdana Menteri satu kali, kebanyakan orang
bahkan belum pernah sama sekali, jadi ketika saya bisa bertemu dengan tokoh
perdana menteri untuk yang kedua kali, saya sangat bahagia,” ungkap ashwin
bersemangat.

Ashwin
mengatakan penting untuk menunjukan kepedulian terhadap orang lain, meskipun
mereka jaraknya sangat jauh. Ashwin berharap suatu saat nanti ketika dewasa dia
bisa memiliki pekerjaan yang bisa membantu banyak orang. (dr/republika)

Kirim komentar Anda disini

Komentar