Kamis , 18 April 2019

Kebun Kurma PT KKI di Ranah Sungkai Gelar Panen Perdana

RANAH SUNGKAI, DETAKKAMPAR.CO.ID – PT. Kawasan Kurma Indonesia (KKI) yang berlokasi di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau gelar Panen perdananya yang dihadiri Bupati Kampar diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma, Ahad (24/3/2019).

Selain panen perdana, panitia juga menggelar kegiatan penanaman bibit yang baru dan peresmian brand pariwisata di kawasan seluas 500 hektare yang berdampingan dengan Danau PLTA Koto Panjang sehinggga kawasan ini terlihat indah.

Pada kesempatan ini Bupati didampingi Direktur KKI Syafrizal,SE dan tamu undangan memetik buah kurma dari batangnya dan langsung mencicipi.

Direktur PT KKI Syafrizal, SE dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kebun kurma di Desa Ranah Sungkai ini mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Perusahaan juga memberdayakan tenaga kerja lokal atau tenaga tempatkan dimana saat ini tercatat ada 18 orang tenaga harian lepas dan 25 orang karyawan tetap.

Dalam pembangunan dan perawatan kebun, KKI juga dibantu tenaga ahli dari Thailand. Sebagian karyawan KKI juga telah belajar ke Thailand bagaimana menanam dan merawat tanaman ini.

Syafrizal menambahkan, areal yang sudah dibersihkan (land clearing) di kawasan ini seluas 194 hektare dari total 500 hektare dengan umlah kapling sebanyak 3.579 kapling yang sudah dimiliki masyarakat Indonesia. Selain di Riau, KKI telah mendapatkan kepercayaan tidak hanya dari masyarakat Riau namun juga telah mengembangkan sayap hingga di 10 provinsi.

“Penanamannya bertahap karena bibit yang didatangkan KL-1 dan barhee dari lab Inggris,” ujar Syafrizal.

Pada kesempatan ini ia meminta dukungan dari pemerintah daerah karena brand kurma di Riau saat ini berada di Kabupaten Kampar.

“Di sini kita wujudkan mimpi kita. Misi perusahaan adalah menghilangkan mitos bahwa kurma di Indonesia tak mau berbuah,” tegas entreprenuer muda yang enerjik ini.

Ia menambahkan, saat ini KKI fokus bagaimana kurma ditanam. “Ada pakar yang support sehingga hasilnya kita harapkan sama dengan yang di Thailand. Ini bukan kurma gurun pasir di Arab tapi yang telah berkembang di Thailand,” terang Syafrizal menjelaskan jenis kurma yang ditanam KKI.

KKI juga melibatkan konsultan berpengalaman. Selain dari Thailand juga dari Mesir. KKI menghasilkan bibit dari kultur jaringan. “Perusahaan juga sedang membuat desain pabrik. Hilirnya barhee dibuat gula,” ulasnya.

Zulia Dharma mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KKI. “Orang lain belum memikirkan tapi kita sudah membangun,” ucap Zulia.

Dia mengaku senang karena Kawasan Kurma Indonesia di Ranah Sungkai ini punya potensi dari sisi kepariwisataan karena letaknya yang sangat strategis, menghadap Danau PLTA Koto Panjang. “Ini akan menjadi kawasan wisata halal. Baik naik dari laut maupun dari darat,” beber Zulia.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, akan dilaksanakan iven dayung internasional di Danau Rusa yang tak jauh dari kebun Kurma KKI dan ini merupakan momen untuk mengenalkan KKI kepada dunia dan wilayah lain di Indonesia.

Untuk membantu perusahaan menambah pemasukan lain, Zulia Dharma menyarankan KKI untuk memanfaatkan lahannya dengan menanam tanaman tumpang sari. “Selain hasilnya juga mendukung wisatanya, jelas ini akan bisa menggaji pekerja di sini,” katanya.

Senada dengan Bupati, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri memuji investasi yang dilakukan masyarakat dan perusahaan sehingga diharapkan mengurangi pengangguran khususnya di sekitar lokasi perusahaan. “Inovasi ini bisa menimbulkan semangat bahwa kurma tak hanya bisa ditanam di Arab,” kata Fajri.

Ia menyarankan KKI selalu berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. “Dua potensi wisata yang ada di areal PT KKI.
Kurma jarang di Indonesia dan potensi berdekatan dengan Danau PLTA Koto Panjang. Ada wisata kebun kurma,” pangkas Fajri.

Selain dihadiri Bupati yang diwakili Kadis Parbud Kampar, juga dihadiri sejumlah pihak diantaranya Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri, Kapolsek XIII Koto Kampar AKP Budi S, Danramil Batubersurat, Ketua PWI Kampar Akhir Yani, Ketua IWO Riau Midas Aditya, konsultan PT KKI dari Thailand, sejumlah kepala desa dan Lurah, alim ulama, ninik mamak dan tokoh masyarakat..

(***)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Kepala BPIP Perkuat Ideologi di Komunitas Band Metal Bandung

JAKARTA, DETAKKAMPAR.CO.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) ...