Kamis , September 23 2021

Ketua Pansus BUMD DPRD Kampar Sebut Ada Dugaan Kredit Fiktif yang Dilakukan Mantan Pimpinan dan Karyawan BPR Sarimadu

Foto : Ketua Pansus III, Yuli Akmal dan Sekretaris Pansus Juswari

BANGKINANG – Panitia khusus (Pansus) BUMD DPRD Kampar untuk sekian kalinya menghadirkan Direktur Utama (Dirut) BPR Sarimadu membahas persoalan yang terjadi di BUMD milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar ini, Senin (6/9/2021).

Usai melakukan rapat pembahasan bersama Dirut BPR Sarimadu, Yuli Akmal Ketua Pansus BUMD didampaingi Sekretaris Pansus Juswari menyampaikan bahwa pada hari ini Pansus memanggil kembali Dirut BPR Sarimadu membahas yang berhubungan dengan koor bisnis BPR Sarimadu itu sendiri.

“Pada hari ini kita di Pansus III fokus membahas yang berhubungan dengan koor bisnis BPR Sarimadu seperti, modal mereka, usaha mereka dan pribkem apa saja yang mereka hadapi saat ini,’ucap Yuli.

Dari beberapa pertemuan pembahasan dengan pihak BPR Sarimadu Yuli Akmal mengatakan, dari elaborasi kami dalam beberapa pertemuan, kesimpulan sementara ada kecenderungan yang terjadi adalah mismanajemen dari pihak BPR Sarimadu.

“Untuk sementata yang kita lihat ada kecenderungan mismanajemen pada periode yang lalu bukan yang sekarang, sehingga Dirut yang baru ibarat orang pesta ya “cuci piring saja”,’beber Yuli.

Dari keterangan Dirut, lanjut Politisi Hanura Kampar ini, ada kita lihat dugaan kredit fiktif yang dilakukan mantan karyawan maupun mantan pimpinan BPR Sarimadu di periode yang lalu dan masyarakat umum.

“Seperti kasus yang menimpa salah seorang mantan pimpinan yang sudah menjalani proses hukum misalnya, pinjaman atas nama orang lain namun yang menerima beliau. Karena ini sudah proses hukum tinggal pengembaliannya,”terangnya.

Kemudian jelas Yuli ada pinjaman karyawan yang sudah mulai dicicil atau masih dicicil macet tambah lagi yang masyarakat umum.

“Dari manajemen perbankan ada yang namanya hapus buku, hapus buku bukan berarti hapus hutang ini hanya karena WO. Supaya tidak menjadi problem administrasi makanya ini digeser dulu yang berjumlah sekitar 23 M,”jelasnya.

Dari kepemimpinan Dirut yang baru sudah berhasil ditagih aebesar 3 M dan ini Pansus akan kejar terus karena ini bisa menggrogoti modal dan Bank bisa Kolaps,”tutupnya.

(Man)

Kirim komentar Anda disini

Komentar