Sabtu , Desember 4 2021

Korban yang Terseret Banjir di Tambang Akhirnya ditemukan Tewas

Detak kampar.com  TAMBANG – Mayat korban hanyut tenggelam yang terjadi sehari
sebelumnya di dusun III Koto Jaya desa Palung Raya Kecamatan Tambang Kabupaten
Kampar akhirnya ditemukan Senin 18/01/16 sekira pukul 08.00 WIB.

Korban yang bernama M. Rifal Afri (LK 10 TH) warga desa
Palung Raya ini, sebagaimana diberitakan sebelumnya diduga terseret arus banjir
pada hari Minggu (17/1) sekira pukul 14.30 wib di jalan lingkar desa yang
terendam banjir. Beberapa saat setelah kejadian dilakukan pencarian oleh warga
masyarakat bersama tim Basarnas dan pihak Kepolisian, namun hingga malamnya
korban belum dapat ditemukan.
Korban pertama kali terlihat oleh tetangganya Saharuddin
pagi tadi Senin (18/1) sekira pukul 08.00 wib. Saharuddin yang ikut mencari
korban sendirian menggunakan sampan, melihat sesuatu yang mencurigakan
mengambang dekat warung milik Dullah yang terendam banjir. Karena tidak berani
sendirian, Saharuddin menjemput temannya Alil yang berada ditepian untuk
bersama mengecek benda yang mengapung itu. 
Tidak berapa lama mereka berdua mendatangi lokasi tersebut
dan melihat sesosok tubuh yang mengapung, Saharuddin langsung memegang krah
baju korban dan meminta rekannya Alil menaikkan korban ke atas sampan dan
membawanya ketepian.
Warga masyarakat yang menunggu ditepian kemudian membawa
mayat korban ke Mushalla yang berada di dusun III desa Palung Raya.
Mendapat kabar adanya penemuan mayat tenggelam, orangtua
korban yang bernama Iin Afrianto langsung mendatangi Mushalla untuk mengecek
mayat korban yang baru ditemukan itu. Setelah diteliti berdasarkan pakaian
terakhir yang dikenakan anaknya maka dipastikan bahwa mayat tersebut benar
anaknya M. Rifal Afri.
Setelah itu mayat korban langsung dibawa ke rumah duka untuk
persiapan pemakamannya yang direncanakan pada hari ini juga. 
Kapolsek Tambang AKP RZ. Siregar S. Sos saat dikonfirmasi
membenarkan penemuan korban tenggelam ini, disampaikan Kapolsek bahwa pihak
keluarga menolak dilakukan Visum maupun otopsi terhadap korban dengan alasan
akan segera menyelenggarakan proses pemakamannya.(Izal/nm)

Kirim komentar Anda disini

Komentar