Senin , Oktober 18 2021

Larang Potong Hewan Qurban, Ahok Bantah Instruksi Yang Dikeluarkannya

Detak kampar.com JAKARTA – Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
atau yang akrab disapa Ahok, kembali mengeluarkan kebijakan kontroversi yang
mengundang reaksi keras Umat Islam. Kali ini ahok melarang pemotongan hewan
qurban, pelarangan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014
yang ditandatangani Wakil Gubernur Ahok. Instruksi tersebut ditujukan kepada
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Penandatanganan dilakukan Ahok ketika
menjadi Plt Gubernur tangal 17 Juli 2014.

Bukan itu saja, pelarangan juga berlaku untuk
menjual dan memotong hewan kurban di fasiltas umum seperti taman, tepi jalan,
dan lainnya. Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan Cakung
(RPH). Ahok  memerintahkan  walikota dan bupati 
mengkoordinasikan  dewan mesjid. Intinya, pemotongan hanya diperbolehkan
di RPH saja. Dalihnya demi  kebersihan kota.
Namun hal ini dibantahnya, Ahok pun
mengklarifikasi isu tersebut. Menurutnya, hal itu tidaklah benar. “Saya
tidak pernah melarang pemotongan hewan kurban. Tidak mungkin saya melarang umat
Islam melaksanakan ibadah. Jangan sembarangan mainkan isu,” tutup Ahok,
lewat akun @basuki_btp, Rabu (24/9/2014).
Bantahan Ahok ini
jelas hanya akal- akalan saja untuk bersilat lidah, pasalnya instruksi yang
dikeluarkan sangat jelas. Kerananya, Lucky P Sastrawirya, anggota DPRD DKI Jakarta
dari Fraksi Demokrat,  menyesalkan adanya instruksi tersebut dan meminta
Ahok untuk mencabutnya. Pasalnya, prosesi pemotongan hewan kurban bagi umat
Islam merupakan perkara sakral. “Instruksi ini ngawur. Prosesi pemotongan hewan
kurban tidak bisa sembarangan, ada tata cara menurut ajaran Islam,” katanya.
Alasan demi kebersihan kota, kata  Lucky
menilai  juga ngawur. Sebab, hampir tiap tahun dilakukan pemotongan hewan
di lingkungan sekolah dan mesjid, tetapi tisak meningalkan kotoran. “Ahok harus
mencabut instruksi itu,” tandasnya. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar