Sabtu , Desember 4 2021

Masih “Abu-Abu”, Anjing Pelacak Milik BASARNAS Terus Menggonggong Di Meureudu

200324_620

PIDIE JAYA, Pencarian korban gempa Aceh masih dilakukan hingga hari ini, Sabtu (10/12/2016). Kini, pencarian masih dilakukan di lima lokasi di Kabupaten Pidie Jaya, yakni di Pante Raja, Menasah Mye, Simpang Pangwa, Bandar Baru dan Meureudu.

Komandan Badan SAR Nasional (Basarnas) Special Group (BSG) Charles Batlajery mengatakan, dari lima lokasi pencarian, tenaga terbanyak difokuskan di Meureudu.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil pencarian Jumat (9/12/2016) kemarin. Anjing pelacak yang digunakan Basarnas menyalak saat memasuki sebuah lubang. Hal itu menandakan adanya kemungkinan korban yang terjebak di reruntuhan.

“Tadi juga saat kami gunakan anjing pelacak, anjingnya menggonggong lagi, semakin memperkuat hasil pencarian kemarin. Rencananya nanti kami akan masuk ke lubang itu lagi,” ujar Charles di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (10/12/2016).

Hingga hari ini telah dilakukan proses pencarian korban di sembilan lokasi. Sementara itu, masih ada empat lokasi lagi yang harus disisir oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI/Polri.

Penyisiran dilakukan untuk memastikan tak ada lagi korban jiwa di lokasi gempa sehingga puing-puing bangunan yang berserakan bisa segera dibersihkan.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo menyatakan, proses pencarian korban idealnya berlangsung dua hingga tiga hari dari total 14 hari yang disediakan untuk proses evakuasi keseluruhan.

Sementara sisanya akan difokuskan untuk membersihkan puing-puin bangunan yang berserakan.

Namun, kata Soelistyo, itu memang batas ideal yang disediakan dari 14 hari. Jika dirasa masih kurang, proses pencarian korban akan terus dilakukan.

“Memang proses evakuasi secara keseluruhan 14 hari. Dari 14 hari itu biasanya dioptimalkan untuk pencarian korban selama 3 hingga 4 hari. Namun kalau dirasa kurang ya tetap dilanjutkan. Intinya kami tak mau ada korban tersisa saat pembersihan puing bangunan,” ujar Soelistyo saat ditemui seusai proses evakuasi di reruntuhan Pasar Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016).

 

 

Kirim komentar Anda disini

Komentar