Minggu , Desember 5 2021

Ratusan Kerambah Warga Hanyut. Kerugian di Tiga Desa Ditaksir Hingga Mencapai 3 Milyar Lebih

Doni Tengah Menunjukkan Kerambah
Ikan Miliknya  Mati Akibat Terjangan Banjir

Detak kampar.com   KUOK – Seorang petani ikan Keramba Doni (LK 35 ) warga Desa MeranginKecamatan Kuok
salah seorang warga yang terkena dampak meluapnya air sungai Kampar Sabtu dinihari
16/01/16 yang menghanyutkan keramba miliknya.

Doni
menuturkan, pada Sabtu (16/1) dini hari arus kencang sungai Kampar meluluh
lantakkan kerambah ikan sebagai mata pencariannya selama ini. Akibatnya, Doni
mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa keramba
miliknya hancur diterjang banjir. Tidak itu saja, kerambah ikan yang tak hanyut
diterjang banjir ikan-ikan  di dalam kerambah pun banyak yang mati akibat
terombang-ambing diakibatkan kencangnya arus sungai kampar.
“Kerugian
saya hingga mencapai ratusan juta rupiah,” ucap Doni dengan suara yang
sedikit tertahan.
Ternyata
Doni tidak sendirian, masih banyak doni-doni yang lain mengalami kerugian
serupa dengannya. Di tiga desa yang kami datangi seperti Desa Merangin, Desa
Pulau Terap, Desa Kuok ada ratusan petani ikan kerambah yang mengalami nasib
serupa dengan Doni. Kerugian yang  dialami para petani pun bervariasi,
mulai dari belasan hingga mencapai ratusan juta rupiah.
“Mungkin
kalau kita total kerugian di tiga desa (Merangin, pulau Terap, Kuok) mencapai
sedikitnya hingga tiga milyar lebih, belum termasuk kerugian ribuan petani ikan
kerambah di hilir,” ungkap Ihsan, petani ikan kerambah asal Desa Pulau
Terap.

Dari pantauan di lapangan yang kami lakukan
Sabtu (16/1) di sepanjang sungai Kampar banyak kerambah ikan yang hanyut,
hancur diterjang air sungai yang naik akibat curah hujan yang tinggi di hulu
sungai Kampar, yakni di Provinsi tetangga Sumatra Barat.(dir

Kirim komentar Anda disini

Komentar