Jumat , 18 September 2020

Tepat 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Catur Diwarnai Aksi Demo

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID – Puluhan Aktivis mahasiswa yang tergabung bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kampar menggelar aksi unjukrasa yang bertajuk “Rapor Merah Setahun Kepemimpinan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto” di Kantor Bupati Kampar Rabu (12/02/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari patauan awak media dilokasi, pada aksinya sejumlah aktivis mahasiswa ini tampak bergantian menyampaikan orasinya tentang kegagalan Bupati Kampar Catur Sugeng setahun memimpin Kampar sambil meneriakkan poin tuntutan.

Pada orasi demo tersebut yang diketuai KAMMI Kampar Ikhwansyah yang juga langsung sebagai korlap Aksi, mengungkapkan bahwa telah genap pada hari ini 12 Februari 2020 setahun Catur Sugeng memimpin Kampar namun tak mampu berbuat kecuali sebatas seremonial saja.

“Janji-janji kampanye Catur melalui visi misi dan program nyata 3i (Infrastruktur, Investasi, Industri) tinggal kenangan. Sementara harapan rakyat yang menginginkan perubahan dan perbaikan menuju Kampar maju kini hanya menjadi isapan jempol belaka,” ujar Korlap Ikhwansyah pada orasinya.

Saat dikonfirmasi awak media usai Orasi demo Ikhwansyah menyampaikan bahwa orasi ini ingin berjumpa langsung dengan Bupati Kampar untuk beraudensi dan meminta untuk beasiswa S1 agar bisa dianggarkan. Dalam orasinya tersebut, ada Tujuh pernyataan sikap KAMMI Kampar untuk Rapor Merah Kepemimpinan Bupati Kampar yang dibacakan oleh Korlap Aksi Ikhwansyah.

Pertama, Gagalnya tercapai visi, misi dan janji politik Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto untuk mewujudkan Kampar Maju dan mensejahterakan masyarakat Kampar melalui program 3i.

Kedua. Dengan APBD Kampar yang besar di Provinsi Riau tahun 2020 sebesar 2.5 Triliun tapi Bupati kampar tidak sanggup menganggarkan bantuan pendidikan kepada Mahasiswa tidak mampu dan berprestasi. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 menyatakan setiap pesertaa didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuannya tidak mampu membiayai pendidikan. Tidak dianggarkannya hal tersebut merupakan bentuk khianatnya Bupati Kampar.

Ketiga. Meminta Bupati mengevaluasi dan memecat Kepala dinas yang tidak becus menjalankan tugas dan fungsinya. Tempatkan orang orang yang berkompeten di bidangnya.

Keempat. Tercatat angka kemiskinan di kabupten kampar sebanyak 69.32 % Kepala keluarga (Menurut data BPS). Meminta bupati serius dalam mengentaskan kemiskinan dengan program-program penanganan fakir miskin yang tepat sasaran.

Kelima. Pembangunan yang tidak merata di kabupaten Kampar. Kondisi infrastuktur jalan yang buruk yang mengakibatakan kecelakaan bahkan kematian.

Keenam. Bupati kampar dinilai lemah dalam pemberantasan korupsi di kabupaten kampar.

Ketujuh. Bupati Kampar di nilai gagal dalam menjalankan perannya sebagai kepala daerah untuk menuntaskan polemik wakil Bupati Kampar.

Lebih lanjut, Aktivis KAMMI juga mengingatkan bahwa rakyat adalah kedaulatan tertinggi. Kepentingan rakyat diatas segalanya, “KAMMI bersama rakyat siap menggalang kekuatan lebih besar bersama rakyat jika Bupat Catur tutup telinga dan tidak mengindahkan persoalan ini,”tutupnya.

Para pengunjuk rasa ditemui Asisten II Setda Kampar Ir Azwan yang menerima langsung lapor merah yang diserahkan para mahasiswa, dan Azwan berjanji akan menyampaikannya kepada Bupati Kampar.

(Dirman)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Cegah Penyebaran Corona, Baznas Kampar Bagikan 2000 Masker dan 1000 Sajadah

BANGKINANG – Sebagai wujud partisipasi dalam mencegah luasnya prnyebaran Covid-19 di Kabupaten Kampar Badan Amil ...