Kamis , September 23 2021

Tingkatkan Harga Komoditi Karet, Dinas Perkebunan Taja Kerjasama KUB-Perusahaan 

BANGKINANG KOTA, DETAKKAMPAR.CO.ID-Harga komoditi karet yang kian merosot, membuat perekonomian masyarakat Kabupaten Kampar yang mayoritas menggantungkan hidup tanaman yang dalam bahasa latinnya dikenal nama Hevea braziliensis Muell ini ikut menurun.
Untuk mendogkrak harga karet di Kabupaten Kampar, Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) masyarakat petani karet dan melakukan kerjasama dengan perusahaan Karet di Kabupaten Kampar.
“Salah satu upaya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Kesehatan Hewan berupaya membentuk KUB oleh para petani karet, sejauh ini Dinas Perkebunan telah mengupayakan MoU dengan PT. Hervenia untuk meningkatkan harga jual komoditi karet dari petani,” terang Kadis Perkebunan, Ir. Bustan melalui Kasi Sarana Prasana dan Pemasaran Dinas Perkebunan, Nur Aini SP, MSi kepada Haluan Riau, Selasa (5/9).
Sejauh ini, Dinas Perkebunan telah membawa 3 KUB untuk melakukan memorandum of understanding  (MoU) dengan pihak perusahaan dalam menjual hasil petani langsung melalui KUB ke perusahaan.
“Tiga KUB yang sudah berkomitmen MOU dengan pihak perusahaan karet adalah KUB karet mandiri di Pulau Sarak, KUB Prima Tani di Pulau Rambai dan satu KUB di Koto Tibun,” ujar Nuraini lebih lanjut.
“Draf MoU nya kita telah siapkan dan nanti akan diperlihatkan dulu dengan pihak perusahaan jika memang sudah tidak ada perubahan kita akan menentukan waktu untuk melakukan penandatanganan MOU itu,” paparnya.
Melalui MoU KUB-Perusahaan, Dinas Perkebunan mengklaim karet warga melalui KUB memiliki selisih harga  2.500 rupiah hingga 2.800 rupiah perkilonya jika dibandingkan penjualan petani ke pengepul (toke karet).
“Tentunya harga sangat berbeda, minggu lalu saja karet KUB dijual seharga Rp. 8.900/kilogram, sementara dibawah harga Rp.6.000/kilogram, selisih harganya berkisar dari 2.500 hingga 2.800/kilogram,” sebutnya lagi.
Hasil karet anggota KUB dengan mutu terjamin ini langsung diantarkan oleh pengurus KUB ke pabrik tergantung KUB, bisa 1 seminggu, atau 1 kali dalam 2 minggu.
Sejauh ini Dinas Perkebunan telah membina sedikitnya 10 KUB yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kampar ia berharap agar petani karet ataupun pemerintah desa dapat membentuk KUB agar hasil panen karet dapat dijual dengan harga tinggi.
“Saya yakin seluruh petani karet saat ini telah menjaga mutu karet untuk itu penjualan karet melalui KUB salah satu cara meningkatkan harga jual karet, karena dalam hal ini pihak perusahaan yang membeli secara langsung ke petani melalui KUB binaan Pemerintah,” jelasnya.
Ditambahkannya untuk pembentukan KUB bisa usulan dari masyarakat dan desa nantinya akan dibentuk melalui rapat, setelah pembuatan SK oleh kepala desa akan dilakukan register di kementrian. Jika telah terdaftar maka KUB dapat kita lakukan pembinaan,” imbuh Nuraini.
Dalam keterangannya, Nuraini juga memaparkan selain KUB Petani karet, pihaknya juga membentuk KUB Petani sawit dengan nama Kusuma, untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan sawit. (Adv).

Kirim komentar Anda disini

Komentar