Wisata Kabupaten Kampar Yang Wajib Anda Kunjungi

muara takus

BANGKINANG KOTA, DETAKKAMPAR.CO.ID – Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau, Posisi Kabupaten Kampar persis dilalui garis khatulistiwa, hutan tropisnya begitu istimewa, sungai dan anak sungai menghiasi alam Kampar, tentunya sebuah potensi daya tarik tersendiri untuk kepariwisataan di Kabupaten Kampar.

selama ini pemerintah masih terpaku dengan potensi migas dan sumber daya energi, namun ternyata lama kelamaan sumber ini sudah mulai menipis, dan sudah saatnya potensi wisata yang dijadikan andalan, agar sektor perekonomian Kabupaten Kampar tetap tumbuh.

Kepedulian banyak pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata sudah semakin nyata.Terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di berbagai desa sebagai pelaku usaha dan wisata serta terbentuknya komunitas petualang di berbagai daerah yang selalu mempromosikan potensi wisata merupakan modal awal untuk mengembangkan pariwisata di Kampar.

Ternyata selama ini Kabupten Kampar memiliki potensi wisata alam, wisata sejarah, budaya dan kuliner yang luar biasa namun potensi ini harus belum begitu maksimal dieksplorasi dengan baik dan belum maksimal untuk dikembangkan. Jika ini dikembangkan dengan maksimal maka menjadi sumber perekonomian bagi masyarakat dan pendapatan asli desa/ daerah .

Dengan tumbuh kembangnya kelompok sadar wisatas dan komunitas pecinta alam diharapkan mampu menimbulkan kesadaran masyarakat secara luas mengenai potensi wisata yang ada dikampar, agar masyarakat diluar kampar datang berkunjung ke Kabupaten Kampar.

Potensi Wisata Alam

Pesona Air Terjun Lubuk Bigau

air terjun lubuk bigau

Pesona alam dan Air Terjun Lubuk Bigau di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar memanggil  kamu yang suka dengan wisata petualangan alam bebas dan rute yang menantang dan menawarkan keasrian alam, kesejukan dan udara yang masih segar. Objek wisata ini akan memberikan kesan baru dalam hidup kamu.

Air Terjun Lubuk Bigau dengan ketinggian 150 meter yang terletak di desa Lubuk Bigau, Kobun Tinggi dan Pangkalan Kapas Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar ini merupakan air terjun tertinggi di pulau sumatera bahkan lebih tinggi dari pada Air Terjun Sipiso-piso yang tingginya hanya 120 meter.

Tumpahan airnyapun menghujam langsung kebawah tanpa menyentuh dinding tebing yang menjulang tinggi ke awan. Air terjun yang terletak di tengah hutan belantara itu dikenal masyarakat dengan nama Air Terjun Lubuk Bigau atau Air Terjun Pangkalan Kapas.
Air terjun ini memang sangat menarik untuk dijelajahi dan sering dijadikan tujuan wisata keluarga atau komunitas pecinta alam serta sebagai obyek wisata adventure bagi mahasiswa yang ingin mengadakan camping ataupun hiking sambil berekreasi. Pemandangannya sungguh menakjubkan karena air yang jauh tanpa menyentuh dinding bebatuan yang menjulang tinggi

Tidak diragukan lagi, Air Terjun Lubuk Bigau menyimpan obyek wisata petualangan alam bebas yang sangat menakjubkan dan beraneka ragam.Dimulai dari suasana pedesaan yang masih terasa asri dikelilingi hutang belantara Hutan Lindung dengan pepohonan yang berusia puluhan tahun menjulang seakan menyangga langit.

Strak Toman di Danau PLTA Koto Panjang

toman-strike

Mancing di danau PLTA koto Panjang memberikan kepuasan tersendiri, selain adanya pemandangan yang sangat menarik perhatian, juga menyediakan tempat wisata untuk para penggemar mancing, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemancing yang berdatangan  dari berbagai daerah.dari daerah Bangkinang, Pekanbaru, Sumatera Barat, Sumatera Utara bahkan pemancing dari luar negeri.

Ikan buas toman Danau PLTA Koto Panjang  adalah sasaran Para pemancing ikan. Mereka rela menghabiskan waktu dan biaya untuk kepuasan memancing di danau yang berada di Kecamatan XIII Koto Kampar ini.Selain toman pemburu ikan ini juga mengincar ikan baung, tabingalan, nila dan ikan tapa.

hal inilah yang membuat para penggemar mancing berdatangan. Dengan hanya biaya sewa boat Rp 250.000/ hari, pemburu ikan inipun siap dilayani oleh pelaku usaha atau kelompok sadar wisata desa Pulau Gadang dan Desa Koto Mesjid untuk menunjukkan spot pancing toman yang ada dikawasan danau PLTA Koto Panjang.

Buluh Cina, Pesona Alam yang Tak Lekang oleh Waktu

89buluh

Desa Wisata Buluh  Cina merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Lokasi Desa Wisata  Buluh Cina berjarak sekitar 20 kilometer atau setengah jam perjalanan mengendarai mobil dari Kota Pekanbaru, Dan berjarak sekitar 90  kilometer dari Bangkinang, ibukota Kabupaten Kampar.

Indahnya suasana alam dan udara segar di Desa Wisata Buluh cina tidaklah diragukan lagi, saat anda berkunjung disana, desa wisata yang terletak 2 km dari pusat kota Pekanbaru bukan hanya dikenal Riau tetapi sudah dikenal wisatawan mancanegara Setelah dikukuhkan menjadi Desa Wisata Buluh Cina, masyarakat sekitar selalu menjaga keindahan alam yang terdapat disana.

Penduduk  setempat dibagi ke dalam dua suku berdasarkan garis keturunan dari pihak ibu (matrilinial),  yaitu Suku Melayu dengan pucuk pimpinan adatnya Datuk Majolelo dan Suku Domo dengan pucuk pimpinan adatnya Datuk Tumanggung. Setelah Datuk Majolelo pindah  ke Desa Watas Hutan, pucuk pimpinan adat Suku Melayu dipegang oleh Datuk  Bagindo.

Letak Desa Buluh  Cina sangatlah unik karena diapit oleh sebelas danau dari arah utara dan selatan, yang lebarnya rata-rata 100 meter dan luasnya berkisar antara 200-3000  meter. Di sisi utara desa terdapat tiga danau, yaitu Danau Rengas, Danau Rawang  dan Danau Lagun. Sedangkan di sisi selatan desa terdapat delapan danau, yaitu  Danau Tuok Tonga, Danau Baru, Danau Tanjung Putus, Danau Pinang Dalam, Danau Pinang Luar, Danau Rayo, Danau Tanjung Baling dan Danau Bunte. Di desa ini  pengunjung bisa melihat rumah panggung khas Melayu Kampar, Balai Adat dan museum  dua suku yang berisi peralatan-peralatan yang diwariskan secara turun-temurun  dari para leluhur.

 

Potensi Wisata Adat dan Budaya

Maawuo Danau Bokuok

kata-gubri-festival-maawuo-di-kampar-potensi-wisata-yang

Tradisi Maawuo Danau Bokuok di Kecamatan Tambang adalah tradisi menangkap ikan di Danau Bakuok sebagai tanda untuk memeriahkan/menyambut bulan suci Ramadhan yang dilakukan masyarakat setiap tahunnya.

Tradisi ini telah dimulai lebih dari 100 tahun lampau.Kegiatan ini biasanya dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Kampar, bahkan ada diantara mereka yang sengaja mendirikan tenda-tenda untuk menetap selama masa Maawuo.Rata-rata setiap keluarga bertahan satu hingga tujuh hari.

Ratusan sampan memenuhi areal danau.Jaring ditebar bersamaan, menimbulkan pemandangan atraktif.Sementara itu di tepian sungai, selain kesibukan menampung dan memasak ikan, juga diramaikan acara hiburan yang sengaja digelar aparat desa setempat.

Anggota keluarga laki- laki terus sibuk menjala, sementara kaum perempuan dan anak-anak bersiaga di tepian menyambut hasil tangkapan.Danau Bakuok yang berukuran kurang lebih 1.000 m x 100 m itu merupakan kawasan yang dilindungi hukum adat.Danau ini memiliki kandungan berjenis-jenis ikan, seperti patin, baung, dan ikan air tawar lainnya.Selain itu, di Bakuok terdapat ikan khas, yaitu ikan Motan.

Ziarah Kubur Hari Raya Enam

ziarah kubur

Ziarah kubur hari raya enam di KecamatanBangkinang Seberang merupakan event budaya yang bernuansa religius, dimana pada hari itu masyarakat bergembira karena telah berhasil melaksanakan puasa bulan Ramadhan dan puasa di awal bulan syawal.

Puasa Enam memang menjadi sunat bagi umat muslim namun bagi masyarakat Kampar menjadi ibadah khusus, bahkan dijadikan acara yang semarak dan religius dengan menyajikan berbagai macam hiburan rakyat dan atraksi seperti panjat pinang, hiburan musik disamping kegiatan religius seperti kegiatan ziarah kubur dan pengajian.

Hari raya enam ini juga merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat kampar yang pulang dari perantauan untuk bertemu dengan sanak saudara, sahabat dan tetangga yang sudah lama tidak bertemu.

Rumah Adat Kampar

Rumah Lontiok

Rumah adat kampar disebut sebagai Rumah Lontiok dan Rumah Pencalang. Di beberapa daerah lain, masih termasuk wilayah Kampar, terdapat juga Rumah Adat yang disebut sebagai Rumah Lancang. Rumah Lontiok dan Rumah Lancang memiliki bentuk yang sedikit berbeda, tetapi tetap merupakan Rumah Adat masyarakat Kampar.

Seperti rumah adat di Desa Wisata Pulau Belimbing Kabupaten Kampar yang masih menyimpan banyak bangunan Rumah Lontiok, Rumah Pencalang dan Rumah Lancang.Hanya saja, sebagian sudah mengalami kondisi yang tidak terawat.

Salah satu keunikan dari desa wisata selain suasana alam pedesaan yang masih alami asri, adat istiadat yang masih dipertahankan, ialah kita masih dapat menjumpai rumah-rumah adat tradisional khas masyarakat Kampar yang dikenal dengan nama Rumah Lontiok yang sebagian besar sudah berusia ratusan tahun.

Dinding luar Rumah Lontik seluruhnya miring keluar, berbeda dengan dinding dalam yang tegak lurus. Balok tumpuan dinding luar depan melengkung keatas, dan kalau disambung dengan ukiran sudut-sudut dinding, kelihatan seperti bentuk perahu. Balok tutup atas dinding juga melengkung meskipun tidak semelengjung balok tumpuan.Lengkungannya mengikuti lengkung sisi bawah bidang atap.Kedua ujung perabung diberi hiasan yang disebut Sulo Bayung.Sedangkan Sayok Lalangan merupakan ornamen pada ke 4 sudut cucuran atap.Bentuk hiasan beragam, ada yang menyerupai bulan sabit, tanduk kerbau, taji dan sebagainya. Bentuk rumah seperti ini merupakan peninggalan peradaban megalitikum suku bangsa Proto Malayan.

Potensi Wisata Sejarah

Candi Muara Takus

maxresdefault

Candi Muara Takus adalah salah satu tempat wisata populer di Kampar Riau.Candi ini adalah satu satunya candi yang ada di provinsi Riau. Candi ini akan ramai dikunjungi pada hari hari libur, terutama saat libur panjang sekolah.

Candi Muara Takus terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan.

Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter, di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua, candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka.

Istana Kerajaan Gunung Sahilan

istana gunung sahilan

Gunung Sahilan adalah sebuah desa di Kabupaten Kampar. Jika anda mengunjungi kota Taluk Kuantan, maka anda pasti akan melewati Gunung Sahilan, dan ternyata di Desa Gunung Sahilan ini memiliki objek wisata yang memiliki potensi besar yaitu Istana Kerajaan Gunung Sahilan.

Tugu Kusuma Bantolo

Tugu Kusuma Bantolo

Sebuah monumen atau tugu bernama Kusuma Bantolo yang bernilai sejarah tinggi dalam mengenang perjuangan para putra terbaik bangsa, monumen tersebut dibangun di Dusun IV Komplek Lapangan Sepakbola Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Kotokampar Kabupaten Kampar.

tugu ini dibangun untuk mengenang wafatnya 10 prajurid dibawah komando Inpektur Humala Silalahi dan 2 orang warga sipil yang ikut terlibat dalam perang agresi militer II 1946 di merangin Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. (Advetorial)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Fokdarwis Cadika Gali Potensi Wisata Hutan Pinus Bukit Candika

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID- Pemuda asal Cadika Bangkinang yang tergabung dalam POKDARWIS CADIKA atau disebut Kelompok Sadar ...